Harga Minyak dunia yang telah melampaui US$ 140 per barel patut dicermati secara serius dalam kaitan dengan kemampuan anggaran pemerintah menyediakan subsidi. Apalagi trend yang ditunjukkan sangat menguatkan kekhawatiran bahwa proses kenaikan harga ini akan berlangsung terus. Data menunjukkan bahwa pada bulan januari 2008, harga minyak dunia masih berada pada kisaran di bawah US$ 90 per barel. Pada pertengahan april, harga telah berada pada kisaran US$ 110, kemudian mencapai US$ 120 pada awal mei. Kini, akhir juni, telah melebihi US$ 140 per barel. Data mingguan menguatkan kekhawatiran bahwa proses kenaikan harga ini akan berlangsung terus (trend positif dan sangat signifikan). Hal-hal yang bisa dibicarakan adalah tentang kemungkinan penetapan plafon subsidi dalam setiap anggaran tahunan pemerintah atau skenario penaikan harga bahan bakar minyak secara bertahap seperti yang sering dilontarkan oleh pihak Bappenas dalam rangka mengamankan APBN. Hal ini perlu segera dilakukan mengingat faktor daya tarik komoditas ini bagi pelaku pasar finansial masih sangat tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sehingga masih berpotensi mendongkrak harga minyak untuk terus meningkat.
29 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar