- Para pemimpin ekonomi dan menteri dari berbagai negara pada pertemuan World Economic Forum (WEF) untuk Asia Timur di Kuala Lumpur Malaysia, Senin (16/6), mengimbau aksi internasional untuk mengatasi meroketnya harga pangan. Kalangan dunia usaha menyalahkan para pemerintah sebagai penyebab kenaikan sebagian besar harga-harga itu. Menurut Peter Brabeck-Letmathe (chairman Nestle) kira-kira 10% dari kenaikan harga pangan disebabkan efek spiral harga biaya bahan bakar minyak (BBM) dan 10% lainnya mengubah gaya hidup. Sekitar sepertiga kenaikan itu diakibatkan oleh promosi pemerintah untuk memproduksi biofuel. Sepertiga lainnya akibat keputusan-keputusan politik untuk menghentikan ekspor, seperti yang dilakukan Argentina, Kazakhstan, dan Ukraina yang menghentikan ekspor pangan. Sedangkan 10% sisanya, akibat ulah para spekulator. Selain faktor-faktor tersebut, kurangnya investasi di sektor infrastruktur menyumbang terhadap tingginya biaya logistik, seperti di Indonesia.
o Kenaikan harga pangan dunia seharusnya menjadi berkah bagi masyarakat Indonesia yang sektor pertaniannya memberikan kontribusi 13,83 % dari PDB tahun 2007. Sayangnya pertumbuhan sektor ini belum optimal. Dibandingkan lapangan usaha keuangan yang tumbuh mencapai 0,74% pada tahun 2007, didalam PDB, sektor pertanian pertumbuhannya relatif tetap antara 0,4-0,5% dalam periode 2005-2007. Oleh karena itu, pemerintah harus serius mendorong investasi infrastruktur khususnya di sektor pertanian yang diharapkan akan meningkatkan produksi dalam negeri, diantaranya dengan ekstensifikasi lahan pertanian ke kawasan timur Indonesia. Hal ini akan meningkatkan produksi serta berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik. Disamping itu pemerintah perlu melakukan penertiban untuk memangkas pungutan liar di sektor pertanian, menyediakan komponen input pertanian dengan harga murah. Sementara, kebijakan menghentikan ekspor belum tentu menguntungkan tetapi justru mendorong penyelundupan ke luar negeri karena adanya disparitas harga yang tinggi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar